I have undone my soul
Got lost inside of yours
I'm dreaming on the edge of my lust
On the tip of my eyelashes
And when things aren't just the way like we wished it to go
And when the things smell familiar and become too spicy
I sometimes just can't help it...
My wings break into songs of dwell
My guitar sounds strummed unwell
My wings got soften as silk
As i no longer feel fulfilled
I finally faint and fall for angels
Fall for Angels
Tentang > musim gugur 1 komentar
Hanya Itu
Saya rasa harus ada seseorang...
Seseorang yang bisa membuat hati di dalam sini melemah, atau bahkan melebur
Sungguh! bukan bercanda!
Aku letih berpegang pada keraguan...
Tidak mau menyesal lagi...
Ingin semua menjadi lebih baik...
maka itu aku masih disini...
Dan sampai pada akhirnya,
Aku berusaha memberikan yang terbaik...
tapi maaf kalau tidak bisa mengimbangi kebaikanmu...
Aku berusaha mereguk mimpiku...
Dan aku butuh melihatmu bermimpi...
Aku setengah mati ingin melihat binar di sepasang mata itu
Karena dengan hangat pancarannya, kulitku bernafas, darahku mengalir deras, nadiku bergumam kencang...
Karena itu pula kita bisa berjalan beriringan
Kamu hidup, saya hidup
Disaat terjatuh aku masih bisa merengkuh lengan bajumu...
Dan tentu sebaliknya...
Sekalipun kita jatuh bersamaan, masih ada si asa,
yang berpihak pada mimpi...
Entah dengan merayap, merangkak, atau berlari sekalipun,
Kita akan tetap bertahan...
Tidakkah kamu paham itu?
Oh Tuhanku...aku dengar diriku bergumul dengan diriku sendiri yang berkeluh kesah...
Aku kini...ya, aku...
Aku berusaha memahamimu
Dan sebaliknya... butuh untuk merasa dimengerti...
Aku hanya butuh berjalan beriringan denganmu...
Hanya itu...
Tentang > musim gugur 0 komentar
Mungkin Bukan Aku
Ia mendengkur tenang...
Waktunya makan...
Belum siang, Belum pagi
Ia dengar suara cantik menari
Menghantam keras, mengecap kenyang
Berjalan anggun, ramping membuai
Sempurna berkata, setia dalam ramai
Utuh tercinta, bias terbayang
Ia mendengkur pelan...
Tak berselimutkan segan
Ia hanya tertidur...
Suaraku nyalang ditelan bilur...
Mungkin bukan aku yang seharusnya memanggil...
Tentang > Hanya Kata 0 komentar
Sekali
Hhhff...
Resah lepas aku lemas...
Sayang...
Mimpi...
Indah sekaligus...
ahhh
Angin meniupku manis kala aku...
awww !
Jantungku!
Sssshhh!!!!
Itu dia!
itu, di situ! tolong berhenti!
Sini, dekatkan telingamu!!
Anak deg Mimpi
Mimpi deg binar
Binar deg warna
Sayang
kamu aku sayang
Sayang
aku kamu sayang
sayang
aku sayang aku
sayang
kamu sayang kamu
sayang sekali bukan sekali...
Hhhff...
Resah lepas aku lemas...
Tentang > musim gugur 0 komentar
Kepada Pemilik Cintaku...
Cinta.. Aku rindu lagi... dan kali ini setengah mati rinduku...
hanya saja seringkali aku terheran-heran mengapa untuk bertemu dan bercinta atas nama perasaanku yang terdalam, begitu sulit jalannya...seperti berat syaratnya...
kata mereka memang itu konsekuensinya.... aku lantas menggelengkan kepalaku...aku tidak percaya harus serunyam itu...walau tiap aku ingin bertandang, aku tahu ada seorang bapak yang akan mengajari sesuatu...tapi mengapa ia berbicara seperti orang mengantuk?? ... Mengapa tidak ia kirimkan semangat cintanya?? Seperti ia ingin membuatku enggan... Ada kalanya juga saat aku menuju, kakiku terantuk batu hingga tercelup genangan lumpur dan bercaknya luar biasa mengganggu...lalu beberapa ibu berbalutkan kain linen putih atau sutera super licin berbisik pelan-pelan di belakangku...entah menganggapku jijik atau apalah ...aku tak tahu... seperti mereka tak pernah jatuh saja... Aku jadi tidak yakin aku berada di tempat yang benar...
Cintaku...aku sekarang di mana?...Apa pula yang terjadi...??
Mataku kian lama kian kabur tertutup air bening nan berriak...apakah benar puing-puing yang kulihat itu...?? bukankah dahulu ada gedung megah yang senantiasa berdiri...mengapa pula banyak anak kecil berlarian di tengah jalan dengan muka yang keterlaluan hitamnya...di mana ibu mereka..??
Dan lihatlah suami istri yang bergumul dengki tanpa kata namun sakitnya jelas tertanam dalam jantung mereka hingga denyutnya terdengar...
Mataku semakin perih kala kemasukan debu yang berterbangan oleh karena mereka yang berseteru dengan lembing berapi, -api suci kata mereka-, dan arit di atas tanah merah yang kering... kulihat juga bendera-bendera berkibar tanpa makna yang jelas...
Apa maunya orang-orang ini...??
Apakah mataku sekabur ini...??
Bukankah dulu mereka senantiasa saling mencinta??....hhhfff ... Aku jadi sering menganggap mereka bodoh... terlebih parah, seringkali aku mrasa resah dan bertanya-tanya jangan-jangan mereka seperti itu adanya karena "Skenario Cinta"... dan untuk itu aku sejenak menghentikan langkah, duduk menghela nafas di pojok tersendiri dan menimbang bimbang kalau sampai benar, mungkin lebih baik aku sendiri saja...dan berhenti bermimpi untuk bertemu...hhhff..maaf...tapi itu satu dari beberapa hal yang berhasil meyusup dalam kalbu...kalbu yang kelabu mungkin...
Mungkin mataku terlalu letih...mungkin aku sudah terlalu kecewa karena egois dan angkuh....
Mungkin sudah saatnya...sesaat, kala gundahku usai, kuturunkan katup tanganku yang lengket karna air mata dan sedikit berlendir...dan aku melihatnya...walau dari jauh...di belakang barisan bunga lillac dan tulip biru, terhampar taman penuh bunga-bunga tercantik dengan kolam berteratai dan air mancur terindah di tengahnya... Taman yang pernah kuingat...Ya,...Kita pernah mesra bersama di sana...dan Ya...AKu melihat langit kembali biru...udara kembali mewangi...seketika itu jiwaku merindukan romantisme tak terbanding...Ingin rasanya aku dipeluk...ingin rassanya aku mengadu....
Cinta.... Tunggu aku...Walau terseok, aku kembali berjalan...MenujuMu....
Tentang > Religi 5 komentar
Hitam Putih - ku
Aku ini milik semesta
Kakiku berjalan di atasnya
Airku mengalir di setiap sela yang ada
Udaraku bertransformasi untukku
Aku ini makhluk bebas
Akalku menjadi pemimpin
Hatiku menjadi penimbang
Aku menjadi penakluk diriku
Aku ini pemilik cinta
cinta kubebaskan untuk datang
cinta kubebaskan untuk pergi
Aku adalah bunga mimpi
Aku bersemi pada saatnya
Aku gugur bukan karena hawa
Aku menjadi teman malam
Bersahabat dengan pagi
Menjalin rasa dengan raga dan emosi
Aku tidak mengutuk perbedaan
Tidak juga bersandar pada keseragaman
Aku menjadi himpunan tersendiri
Itu keyakinananku...
Dan aku tetap milik-Nya
Tentang > Religi 3 komentar

